Sejak awak pekan ini, para pengguna media sosial digegerkan dengan video penampakan suku Mante, makhluk kecil di belantara Aceh. Video tersebut diunggah oleh akun Fredography di Youtube. Sosok dalam video tersebut masih misterius, namun diduga suku Mante. Kemunculan sosok mahkluk kecil tersebut terjadi pada pekan lalu. Saat itu komunitas motor trail dari Banda Aceh tengah berpetualang menyusuri belantara.

Pada video tiba-tiba saja dari sebelah kanan semak-semak muncul sosok kecil tanpa mengenakan baju. Sosok ini bergerak lincah. Seorang crosser yang berada paling depan sampai terjatuh, diduga karena kaget melihat munculnya sosok ini. Crosser lain yang berada di belakang mencoba mengejar makhluk kecil ini. Namun makhluk tersebut bisa bergerak cepat ke semak-semak dan tak lagi terkejar.

Dalam keterangannya di video tersebut, akun Fredography menyatakan sengaja tidak menyebutkan detail lokasi. Siapa sosok mungil tersebut? Belum diketahui pasti. Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Kolonel Rusdi masih akan mengecek informasi terlebih dahulu dari lapangan. “Nanti saya konfirmasi ke Kodim dulu ya,” kata Rusdi seperti dikutip dari Detik.

Video Penampakan Suku Mante

Misteri masih menyelimuti perihal kemunculan mahkhluk kecil lincah yang muncul di belantara Aceh. Ada dugaan sosok itu merupakan suku kuno dari Aceh, Suku Mante. Rusdi mengatakan, bisa saja sosok itu merupakan Suku Mante, namun menurutnya, Suku Mante lazimnya berada di pesisir.

Sementara Kabid Humas Polda Aceh Kombes Gunawan juga memiliki dugaan awal serupa yang menyatakan bisa jadi memang itu suku dalam yang masih primitif. Bisa jadi Suku Mante itu. Namun itu baru dugaan sangat awal. Gunawan mengatakan, perlu diketahui lokasi persisnya untuk dilakukan penelaahan yang lebih mendalam.

Dokumentasi ilmiah dan iterasi mengenai Suku Mante terbilang tak cukup banyak. Suku ini disebut-sebut dalam legenda rakyat pernah mendiami Aceh. Peneliti orientalis Snouck Hurgronje dalam bukunya ‘De Atjehers’ menyebutkan suku ini masuk dalam etnis Melayu Proto. Ukuran tubuhnya sama seperti manusia Melayu pada umumnya. Suku ini disebutkan selalu berada di pedalaman hutan.

Kesaksian warga mengenai eksistensi Suku Mante ini kadang salah. Ada yang mengira jejak Suku Mante itu dengan Orang Pendek, spesies misterius yang diyakini ada di belantara bumi Sumatera. Sebetulnya, kemunculan sosok kecil, tanpa busana yang mampu bergerak lincah ini bukan pertama kali terjadi di bumi Sumatera. Dalam beberapa dekade terakhir sejumlah orang yang tengah berada di hutan melaporkan melihat sosok yang ciri-cirinya mirip dengan yang muncul di Aceh.

Penampakan signifikan sebelum kejadian di Aceh ini ada di Taman Nasional Kerinci Seblat. Dilaporkan sosok kecil dengan ciri-ciri mirip di Aceh terlihat oleh warga setempat yang tengah berada di hutan. Bahkan laporan mengenai penampakan sosok mungil ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Sosok ini biasa dinamai Orang Pendek, merujuk pada ukuran badannya. Ada pula peneliti yang menyebut sosok ini dengan sebutan Leco.

Debbie Martyr, seorang peneliti yang meneliti Orang Pendek selama 15 tahun menjelaskan ciri-ciri Orang Pendek ini memiliki tinggi tak lebih dari 90 Cm. Tubuhnya umumnya berwana-warna abu-abu dengan selimut bulu. Ada pula yang berwana kecokelatan.

Martyr menggolongkan Orang Pendek ini sebagai hewan. Sedangkan sejumlah warga lokal, kata Martyr, meyakini Orang Pendek ini merupakan suku terbelakang. Ada pula yang menyebut Orang Pendek sebagai ‘setengah manusia’. Debbie Martyr mengatakan, jika Orang Pendek ini terancam, maka dia akan menunjukkan ekspresi untuk melindungi diri dan akan menunjukkan taringnya ketika berada dalam kondisi bahaya.

Martyr meyakini Orang Pendek tersebar di belantara Bumi Sumatera. Akan tetapi sejauh ini informasi mengenai Orang Pendek baru sebatas kesaksian. Belum ada yang berhasil mengungkap detail spesies ini maupun mengabadikan momen kemunculannya. Jadi semuanya masih dugaan, belum juga dapat dipastikan apakah sosok di video penampakan suku mante di belantara Aceh tersebut merupakan Orang Pendek atau suku mante sendiri.